ORANG TUA KOK SEDIKIT-SEDIKIT “JANGAN!”

15 Aug

Nanti anak jadi tidak kreatif. Rosululloh saja tidak banyak melarang kok. Cucunya naik ke punggung saat beliau sholat, tidak kemudian keluar kata “jangan” setelahnya.

Pakailah kata “jangan” untuk hal yang benar benar terlarang, seperti: Jangan menyekutukan Alloh!, jangan mendekati zina!, Jangan durhaka ke orang tua!.

Kalau untuk hal-hal yang tidak terlarang sebaiknya hindarilah terlalu mengobral kata kata “jangan”. Masa iya “berlari” saja dilarang?, ngobrol jadi terlarang.

Jangan lari-larian! … Jangan ngobrol!.. jangan nangis!… jangan hujan-hujanan! … jangan! .. jangan! …

Terlalu mengobral itu namanya.

Bukankah berlari itu sehat?, bukankah ngobrol itu bagian dari interpersonal skill?, bukankah nangis itu bagian dari penyaluran emosi negatif?, bukankah hujan itu rahmat Alloh dan membuat anak tambah kebal?

Bahkan yang terlarang saja Rosul dengan lembut sekali menyampaikannya. Badui yang kencing dimasjid malah Rosul mendiamkan dulu dan melarang sahabat menghardiknya. Setelah itu baru meminta para sahabat membersihkannya.

BIASAKANLAH MENGATAKAN YANG DIINGINKAN.

Lalu bagaimana caranya ketika kita ingin mengoreksi perilaku anak, tanpa mengobral kata jangan?

Ini kuncinya:

Gunakan kata yang diinginkan, hindari mengatakan kata yang tidak diinginkan.

Contoh:

Kita tidak ingin anak lari-larian didalam ruangan atau khawatir anak terjatuh. Lalu kita ingin apa? Kita ingin tenang kan? Ingin mereka jalan kan?

Maka Katakan “boleh lari-larian diluar ruangan” atau “boleh jalan aja ..boleh santai”

Kita tidak ingin anak ngobrol saat kelas berlangsung. Lalu kita ingin apa? Kita ingin mereka tenang kan?

Maka katakan: “boleh tenang..boleh hargai yang sedang bicara didepan”.

⁃ “Boleh tenangkan diri, menangis boleh sudah itu tenang ya”

⁃ “Boleh hujan hujanan setelah itu mandi pakai air hangat ya, kemudian itu lantai yang basah kamu keringkan” atau “boleh masuk rumah nak .. ini air hujan pertama musim ini, masih banyak asamnya jadi kurang sehat, nanti kalau sdh semingguan hujan kamu boleh”

Kita tidak ingin anak nonton TV saja. Terus kita ingin apa? Kita ingin mereka main sepeda kan atau main dilapangan sama anak lain kan? Atau ingin bantu orang tua atau kerjakan belajar.

Maka katakanlah yang orang tua inginkan, hindari mengatakan yang tidak diinginkan KECUALI untuk hal-hal yang benar benar TERLARANG.

Mengatakan yang tidak diinginkan berfokus pada masalah, sedangkan mengatakan yang diinginkan berfokus pada Solusi.

Hayu orang tua kreatif menghasilkan anak kreatif dan berani. Orang tua yang apa-apa khawatiran bisa membuat anak jadi peragu. Mari kita mendidik anak mulai dari mengatur kata-kata.

Wasmin Al Risyad

⁃ Performance Coach

⁃ Ayah dari 6 Anak.

simak juga di youtube https://www.youtube.com/channel/UC_0jbu5c4WhAzsz_jbJ243A

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: